Dewasa ini wacana Kapitalisme sering menjadi bahan pembicaraan bagi masyarakat bahkan pemerintah. Sebenarnya wacana apakah Kapitalisme itu?. Mengapa saat ini lebih menjadi “opini” bagi kalangan oposisi bagi penguasa dan pengusaha. Marilah kita telaah bagaimana sepak terjang Kapitalisme.
Kapitalisme sebagai konsep diperkenalkan kembali di zaman Kolonialisme, saat Inggris Raya menjadi empire kekuasaan dan kekayaan. Kolonialisme memang sangat erat kaitannya dengan Kapitalisme, yakni suatu sistem ekonomi yang dikelola oleh sekelompok kecil pemilik modal yang tujuan pokoknya adalah memaksimalkan keuntungan. Dalam upaya memaksimalisasi keuntungan itulah kaum Kapitalisme tak segan-segan mengeksploitasi orang atau bangsa-bangsa lain. Melalui Kolonialisme para Kapitals Eropa memeras tenaga dan kekayaan alam rakyat negeri-negeri terjajah demi keuntungan mereka.
Sebagai suatusistem yang eksploitatif, maka Kapitalisme itu mendorong praktek-praktek Imperialisme. Imperialisme yang lebih mengacu pada praksis ekspansi wilayah suatu negara, pada abad ke-20 pengertian itu diperluas, yakni sebagai sistem politik dan sebagai sistem ekonomi. Sebagai sistem politik, ia akan berakhir ketika sebuah wilayah yang dijajah menjadi merdeka. Tetapi sebagai sebuah sistem ekonomi, Imperialisme bisa berlangsung terus bahkan ketika negara terjajah itu sudah merdeka secara politis.
Masih sekitar Imperialisme, Presiden Soekarno pernah mengatakan : ” Imperialisme bukanlah pegawai pemerintah; ia bukan suatu pemerintahan; ia bukan kekuasaan; ia bukanlah pribadi atau organisasi apapun. Sebaliknya, ia adalah hasrat berkuasa, yang antara lain terwujud dalam sebuah sistem yang memerintah atau mengatur ekonomi dan negara orang lain. Lebih dari sekedar suatu institusi, Imperialisme merupakan kumpulan dari kekuatan-kekuatan yang kelihatan maupun tak kelihatan baik sebagai sistem politik maupun sebagai sistem ekonomi.” Silahkan anda menyimpulkan sendiri.